Selasa, Januari 18, 2022
Beranda Lampung Bandar Lampung Warga Tubaba Kecewa Terhadap Pelayanan Publik RSUD Abdoel Moeloek

Warga Tubaba Kecewa Terhadap Pelayanan Publik RSUD Abdoel Moeloek

MP Bandar Lampung – Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Oleh karena itu, setiap kegiatan dan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip non-diskriminatif, partisipatif, perlindungan, dan berkelanjutan yang sangat penting artinya bagi pembentukan sumber daya manusia Indonesia, peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa, serta pembangunan nasional.

Namun kenyataannya, keluarga pasien atas nama Sriyuna, warga asal Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung mengaku kecewa terhadap pelayanan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek. Pasalnya, pasien yang sudah dirawat lama di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung itu sedianya harus dilakukan tindakan operasi namun saat jadwal operasi yang ditetapkan pihak dokter tidak melakukan tindakan medis.

Menurut Deni, salah seorang anak pasien bahwa saat dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek, ibunya didiagnosa mengidap tumor ganas di paru-paru. “Sehingga pihak Rumah Sakit berkonsultasi dengan kami pihak keluarga kalau pasien tersebut harus di lakukan operasi. Kami dari keluarga sudah menyetujui dan menandatangani surat persetujuan tersebut,” kata dia kepada wartawan, Jum’at (28/05/2021).

Lalu, sambung dia, pihak RSUD Abdoel Moeloek menjadwalkan akan di lakukan operasi tersebut pada hari Jum’at, 28 Mei 2021 dan pasien pun sudah di suruh puasa dari malam Jum’at pada pukul 12.00 wib. “Dan pada pukul 09.00 WIB pagi keluarga pasien menemui ibu Dian Novita selaku Kepala ruangan untuk mempertanyakan apakah operasinya jadi atau tidak mengingat sudah pukul 09.00 wib,” ungkapnya.

“Kalaupun tidak jadi keluarga cuma meminta agar pasien dipersilahkan buka puasa. Lalu, ibu Dian pun menyuruh bawahannya untuk mengantar keluarga pasien bertemu dan mempertanyakan langsung dengan dokter yang akan melakukan opersi,” ujar Deni.

Masih kata Deni, setelah hampir 30 menit keluarga pasien menunggu dokter di ruangannya barulah dokter tersebut menemui pihak keluarga. “Lalu pihak keluarga mempertanyakan hal yang sama dengan yang di pertanyakan kepada ibu Dian, jadi tidak dokter pasien atas nama Sriyuna akan di lakukan operasi hari ini? kalaupun tidak, tolong di informasikan kepada pihak penjaga agar pasien puasanya di buka,” pinta keluarga.

“Malahan dokter Danang menjawab, ada apa saya sedang melakukan operasi pak. Kami nggak tau karena nunggu ruangan ICU di bawah timbal kami, lalu dokter langsung menjawab, ya udahlah saya rujuk aja ke Jakarta dan saya tidak mau menangani pasien lagi, sembari Dokter Danang keluar dari ruangan dan meninggalkan keluarga pasien,” beber Deni.

Seketika itu keluarga pasien berkompromi dan memutuskan untuk berangkat ke Jakarta untuk mengobati Sriyuna.” Dikatakan kecewa, kami sangat kecewa. Kenapa pihak RSUD Abdoel Moeloek ini merawat ibu kami lama disini kalau akhirnya tidak mau bertanggung jawab. Pelayanan Rumah sakit milik pemerintah kok seperti ini,” keluh mereka sembari bersiap-siap untuk berangkat ke Jakarta.

Diketahui, pasien atas nama Sriyuna dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek pada tanggal 8 Mei 2021 lalu hingga sekarang. (*)



Artikel

Peratin Penyandingan Diduga Tidak Paham Tugas dan Fungsi

MP Pesisir Barat - Perselisihan antara sesama warga Pekon/Desa Penyandingan Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat hingga hari ini belum ada penyelesaian. Nelda Susanti warga Pekon...

Diduga RB Selaku Rentenir Kembali Lakukan Ancaman Di Rumah Korban

MP Lampung Tengah - RB yang bekerja sebagai salah satu oknum ASN disalah satu perkantoran Pemkab Lampung tengah, yang diduga selaku rentenir kembali mendatangi...

Realisasi Dana Stabilasi Dinas Koprindag Pesisir Barat Diduga Tidak Sesuai

MP Pesisir Barat - Dari tahun ke tahun harga bahan pokok mengalami kenaikan bahkan di tahun 2022, mulai dari minyak goreng, telur ayam, ayam...

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -

Popular

Peratin Penyandingan Diduga Tidak Paham Tugas dan Fungsi

MP Pesisir Barat - Perselisihan antara sesama warga Pekon/Desa Penyandingan Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat hingga hari ini belum ada penyelesaian. Nelda Susanti warga Pekon...

Diduga RB Selaku Rentenir Kembali Lakukan Ancaman Di Rumah Korban

MP Lampung Tengah - RB yang bekerja sebagai salah satu oknum ASN disalah satu perkantoran Pemkab Lampung tengah, yang diduga selaku rentenir kembali mendatangi...

Realisasi Dana Stabilasi Dinas Koprindag Pesisir Barat Diduga Tidak Sesuai

MP Pesisir Barat - Dari tahun ke tahun harga bahan pokok mengalami kenaikan bahkan di tahun 2022, mulai dari minyak goreng, telur ayam, ayam...

Pemkot Sediakan Vaksinasi Booster Lansia di 31 Puskesmas

MP Bandar Lampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyediakan vaksinasi tahap tiga (Booster) untuk para warga Lanjut Usia (Lansia) di 31 Puskesmas. Hal itu...

Komentar

%d blogger menyukai ini: